Buruan Ambil Cuti, Maumere Menanti dengan Deretan Wisata Kerennya

Cuti kamu masih banyak? Kenapa nggak memanfaatkannya buat liburan? Nah, biar liburanmu nggak mainstream dan tetap bisa berkunjung ke tempat-tempat yang menakjubkan, cobalah untuk berangkat ke Maumere.

Maumere hadir dengan keindahan alam mulai dari wisata pantai hingga perbukitan yang menakjubkan. Jadi, sayang banget kalau kamu belum sempat “mencicipi” indahnya kota di Nusa Tenggara Timur ini.

1. Pantai Koka

Pantai Koka adalah salah satu tujuan wisata yang menyajikan pemandangan pantai yang begitu menakjubkan. Banyak orang menganggap pantai ini belum tersentuh, tapi tentu saja ini nggak sepenuhnya benar. Pasalnya pada zaman dulu wisatawan asal Belanda juga sudah berkunjung ke pantai yang mereka sebut sebagai pantai impian ini.

Pantai Koka [via flickr account: Donny Leonardi]
Pantai Koka [via flickr account: Donny Leonardi]
Sesuai dengan namanya, pantai ini memiliki panorama eksotis yang akan membuatmu merasa seperti di dalam mimpi. Pasir putih yang lembut terhampar luas di sepanjang garis pantai berpadu dengan birunya laut memberikan panorama yang sungguh cantik. Ditambah lagi dengan dua karang raksasa yang menjadi pemisah pantai.

Air lautnya yang jernih akan membuatmu ingin segera nyebur ke dalamnya dan merasakan kesegaran airnya. Kemudian jika memutuskan untuk snorkeling, kamu akan disambut dengan deretan koral dan ikan cantik yang tinggal di dalamnya. Selepas puas bermain air, beristirahatlah sejenak di tepi pantai dan nikmati pemandangan sunset yang dijamin bakal membuatmu terpana.

2. Pantai Kajuwulu

Pantai lain yang wajib kamu kunjungi waktu berkunjung ke Maumere adalah pantai Kajuwulu. Pantai ini hadir dengan pasir putih yang membentang indah dengan air laut yang berwarna biru jernih sehingga cocok untuk berenang dan snorkeling.

Pantai Kajuwulu [via instagram account: williemz_thomz]
Pantai Kajuwulu [via instagram account: williemz_thomz]
Pesisir pantai Kajuwulu langsung menghadap ke deretan perbukitan yang berdiri gagah. Di musim hujan, deretan perbukitan tersebut berubah hijau seperti jajaran permadani yang begitu luas dan indah. Di puncak bukit, terdapat sebuah salib besar yang berdiri tegak. Namun untuk mencapainya, kamu harus menaiki 300 anak tangga untuk sampai di puncak bukit. Begitu sampai di atasnya, kamu akan disambut dengan pemandangan lautan Kuluwaju yang sangat menakjubkan.

3. Gereja Tua Sikka

Di Sikka juga terdapat sebuah bangunan bersejarah yang patut kamu kunjungi yaitu Gereja Tua Sikka. Gereja ini dibangun pada tahun 1899 dan sejak dulu menjadi ikon kebanggaan umat Katolik Sikka dan Flores. Meski sudah berusia lebih dari 100 tahun, bangunan tersebut tetap kokoh berdiri dan terawat sampai saat ini.

Gereja Tua Sikka [via instagram account: yayantijuit]
Gereja Tua Sikka [via instagram account: yayantijuit]
Gereja ini memiliki bentuk yang khas seperti bangunan Eropa abad ke 18-19. Dinding-dindingnya juga dihiasi dengan lukisan-lukisan motif tenun ikat Sikka yang khas dan sudah diproduksi sejak zaman dulu. Di dalamnya juga terdapat sebuah prasasti yang menuliskan nama Pastor Belanda kota Sikka generasi pertama yaitu Le Cocq D’Armandville Sj.

4. Bukit Nilo

Bukit Nilo terletak di kawasan perbukitan yang nggak jauh dari pusat kota Maumere. Di puncaknya, kamu akan merasakan kesejukan yang menenangkan dari angina yang berhembus semilir. Suasana bukit ini nggak terlalu ramai, cocok untuk kamu yang memang ingin bersantai dan sejenak menjauh dari kebisingan.

Bukit Nilo [via instagram account: rubenmnk]
Bukit Nilo [via instagram account: rubenmnk]
Bukit Nilo bukan cuma menghadirkan pemandangan Maumere dari ketinggian saja. Di sini terdapat sebuah patung Bunda Maria segala bangsa yang berukuran sangat besar. Tingginya mencapai 28 meter dan berada di puncak bukit dengan ketinggian 1.600 meter di atas laut. Bagi beberapa orang, Bukit Nilo bukan cuma tempat wisata, tapi juga tempat untuk ziarah dan berdoa.

5. Desa Watubelapi

Watubelapi adalah salah satu desa di Maumere yang penduduknya membudidayakan kain ikat tenun. Uniknya lagi, mereka masih membuat kain tenun dengan cara tradisional menggunakan pemintal kayu. Proses pewarnaan juga dilakukan dengan cara alami yaitu menggunakan tumbuh-tumbuhan, pohon nila untuk warna biru, kunyit untuk kuning, akar mengkudu untuk coklat, kemudian papaya dan singkong untuk hijau.

Desa Watubelapi [via instagram account: divewithgata]
Desa Watubelapi [via instagram account: divewithgata]
Bukan hanya kain tenunnya saja, berkunjung di desa ini kamu akan disambut dengan tari-tarian dan nyanyian tradisional Watubelapi. Jadi kalau kamu ingin berkunjung ke wisata tradisi di Maumere, maka tempat yang paling tepat untuk dituju adalah Desa Watubelapi.

Bagaimana, sudah siap mengajukan cuti untuk berlibur ke Maumere?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *