Menyusuri Prawirotaman, Jogja Rasa Eropa yang Penuh dengan Kuliner Lezat

Apakah kamu sudah menonton film Ada Apa Dengan Cinta 2? Jika iya pasti tahu dong jika salah satu lokasi syutingnya adalah Yogyakarta. Ada banyak tempat wisata di Kota Gudeg yang dijadikan tempat nostalgia Cinta dan Rangga itu. Mulai dari pantai hingga menikmati keindahan candi. Namun ada satu sudut yang begitu menarik, yaitu tempat menginap dengan nuansa alam yang begitu mempesona. Kamu akan dibuat betah dengan segala fasilitasnya. Ya hotel bertajuk Greenhost Boutique tersebut terletak di kawasan Prawirotaman.

Yaitu sebuah pemukiman dengan segala hal seru untuk para wisatawan. Ada yang bilang jika Prawirotaman adalah kampung bule. Sebutan itu diberikan karena di tempat ini ada sederet penginapan dan beragam destinasi wisata budaya dan kuliner yang begitu memukau. Ada apa saja di tempat itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Ramah untuk Para Wisatawan

Sebenarnya nama Prawirotaman sudah cukup terkenal bahkan sampai ke telinga turis-turis mancanegara. Salah satu yang membuatnya menarik adalah fasilitas yang ramah untuk para wisatawan. Mau mencari tempat menginap nggak sulit dan harganya juga cukup murah. Asal kamu pintar-pintar mencari hotel atau penginapan lain yang sesuai dengan kantong. Warga setempat juga terkenal ramah dan dengan senang hati akan membantumu. Selain itu, lokasi Prawirotaman juga dekat dengan pusat Kota Yogyakarta atau Jalan Malioboro.

https://www.instagram.com/p/BHx0jd-g_YL/

Jadi, kamu bisa menikmati berbagai destinasi wisata yang lokasinya tidak jauh dari Prawirotaman. Meski terkenal sebagai kampung turis atau bule, tapi suasana di sini begitu nyaman, tenang dan jauh dari kebisingan. Berbeda dengan kondisi Jalan Malioboro yang ramai sekali dengan berbagai aktivitas, termasuk juga kendaraan yang melintasi kawasan tersebut.

2. Sejarah Prawirotaman

Nama Prawirotaman sudah dikenal sejak dahulu. Bermula dari seorang bangsawan keraton bernama Prawirotomo yang menerima hadiah tanah, kemudian tanah tersebut berubah jadi pemukiman dengan nama Prawirotaman sekitar abad ke-19. Tempat ini tidak bisa dilepaskan juga dari perjalanan sejarah Yogyakarta. Pada masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, Prawirotaman dijadikan sebagai salah satu tempat penting laskar pejuang.

Hello…Guy…Now i will remaind You that Adhisthana Hotel is Brother with Lawas Cafe 613

A post shared by Lawas 613 (@lawas613cafe) on

Setelah Indonesia merdeka dan benar-benar bebas dari cengkeraman penjajah, Prawirotaman mulai tumbuh menjadi pusat industri batik hingga saat ini dikenal sebagai kampung turis karena banyaknya penyedia penginapan di tempat ini. Memasuki jalan-jalannya baik Prawirotaman satu atau dua, akan membuat kamu merasakan sensasi liburan di pemukiman orang-orang Eropa, saking banyaknya bule yang memilih istirahat di Prawirotaman.

3. Penduduk Setempat Terbisa dengan Bahasa Inggris

Julukan sebagai kampung bule memang bukan isapan jempol belaka. Yang membuat para bule begitu suka menginap di kawasan Prawirotaman adalah karena sebagian besar penduduk setempat sudah terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Penyedia penginapan yang bisa berbahasa asing tentu akan jadi kemudahan tersendiri, apalagi jika yang dicari adalah penginapan murah. Karena banyak sekali penginapan murah, tapi pemiliknya tidak bisa bahasa inggris. Bukan hanya itu, beberapa penginapan hadir dengan konsep bangunan yang unik dan menonjolkan sisi tradisional jawa yang begitu memukau.

Bahkan  jika kamu mencari hotel yang modern sekalipun,  kamu akan menemukannya di Prawirotaman. Kisaran harga yang dipatok oleh penginapan di Prawirotaman tergolong murah, yaitu antara Rp. 50 ribu hingga Rp. 500 ribu. Yang lebih dari itu juga ada kok, tentu dengan fasilitas yang lebih mumpuni. Sebagian besar usaha-usaha penginapan tersebut masih dipegang oleh keluarga besar Prawirotomo terdiri dari keluarga Werdoyoprawiro, Suroprawiro, dan Mangunprawiro.

4. Wisata Belanja yang Menggoda

Lokasinya sekitar 5 km dari pusat Kota Yogyakarta, kamu bisa ke Malioboro, menjelajah ke pasar, wisata budaya dengan keliling keraton atau menyelami nuansa bersejarah di Benteng Vredeburg.  Sebuah titik yang strategis dan memungkinkan kamu melakukan banyak hal. Namun jika ingin seru-seruan di sekitar Prawirotaman, kamu nggak perlu jalan jauh-jauh. Ada deretan toko yang menjual oleh-oleh khas Yogyakarta. Karena sejak dulu Prawirotaman terkenal sebagai sentra kerajinan batik, maka kamu akan sering melihat penjual kain batik dengan berbagai motif.

A post shared by Lawas 613 (@lawas613cafe) on

Kamu yang ingin berburu kuliner lezat juga akan merasa berada di tempat yang tepat. Setiap pagi di dekat pintu masuk Prawirotaman dua, ada pasar tradisional. Kamu bisa blusukan dan belanja berbagai keperluan di tempat itu. Nikmati berinteraksi dengan penduduk setempat yang terkenal ramah dan murah senyum. Ada juga penjual kuliner khas Yogyakarta dan aneka jajanan tradisional.

Itulah beberapa hal menarik yang akan menyambutmu di kampung bule Prawirotaman. Sebuah sensasi berlibur di area perkampungan unik akan benar-benar kamu rasakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *